Jembatan Malela yang Viral Ditutup, Ini Alasannya
TERASKATA.COM, LUWU – Kondisi jemabatan di Malela, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu memang sangat memprihatinkan. Hanya ada dua sling yang menjadi tumpuan dan juga pegangan warga untuk menyeberangi sungai.
Info itu kemudian viral, terlebih anak sekolah di wilayah itu masih menggunakan akses jembatan untuk menyeberang.
Setelah mendapat info dan melakukan peninjauan, jembatan itu ditutup. Warga dilarang lagi melintas, sebab bisa membahayakan nyawa.
Penutupan ini dilakukan agar warga menggunakan jembatan lain yang kondisinya lebih baik dan jaraknya tidak terlalu jauh dari jembatan yang rusak tersebut.
Penutupan jembatan resmi dilakukan setelah Komandan Kodim (Dandim) 1403 Sawerigading, Letkol Inf Gunawan didampingi Sekda Luwu, Sulaiman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iksan Asaad melakukan kunjungan di lokasi jembatan, Senin (13/9/2021).
Ditegaskan Gunawan, bahwa dengan melihat kondisi jembatan yang rusak, pihaknya berkesimpulan untuk sementara waktu menutup jembatan dan menyarankan warga menggunakan jembatan lain yang kondisinya lebih bagus, apalagi menurutnya jarak antara jembatan lain tidak terlalu jauh.
“Jadi kepada aparat desa saya minta jembatan ini ditutup sementara, sambil kita menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Luwu. Kepada warga kami sarankan menggunakan akses jembatan lain, jangan bahayakan diri dengan melintasi jembatan yang rusak itu, jangan sampai ada korban, apalagi jarak jembatan yang masih baik itu tidak terlalu jauh, jadi kita tutup ya,“ tegas Gunawan di depan Kepala Desa Malela, Muharram.
Terkait perbaikan jembatan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Luwu, Ikhsan Asaad mengatakan, pihaknya akan mengusahakan secepatnya perbaikan jembatan tersebut.
“Kami upayakan untuk perbaikan jembatan, InsyaAllah nanti pada perubahan anggaran akan kami anggarkan di situ,“ kata Iksan diktip teraskata.com dari ups.
Ikhsan Asaad juga menegaskan, Pemda Luwu sama sekali tidak pernah membiarkan jembatan itu rusak sebagaimana berita yang banyak beredar yang sudah terkesan liar dan terlalu berlebihan.
“Kami tegaskan Pemda tak pernah mengabaikan jembatan ini. Itu murni rusak karena banjir. Tolong ini diluruskan, “tegas Iksan.
Dijelaskan Iksan, jembatan gantung yang viral itu juga bukan satu- satunya akses yang bisa dilalui oleh masyarakat setempat.
“Bukan satu-satunya akses yang digunakan oleh masyarakat. Masih ada jembatan lain yang masih bagus untuk bisa digunakan yang jaraknya juga dekat, “jelas Iksan.
Dalam kunjungan ini selain dihadiri Dandim Gunawan, juga dihadiri Kepala Dinas Kominfo, Ahyar Amir, Camat Suli, Erham Lanco. (*)







Tinggalkan Balasan