Rasio Kematian Pasien Covid-19 Lutra Tertinggi Kedua di Luwu Raya, Padahal Dapat Tambahan DID
TERASKATA.com, PALOPO – Penyebaran Covid-19 di Luwu Raya – Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur – saban hari kian mengkhawatirkan. Angka kasus baru terus meningkat dan jumlah pasien corona yang meninggal dunia pun terus bertambah.
Dirangkum Teraskata.com, hingga Selasa (12/1/2021) hari ini total sudah 4.213 warga Tana Luwu (Luwu Raya) yang terpapar Covid-19.
Dari jumlah tersebut, tercatat 92 yang meninggal dunia.
Rasio kematian pasien Covid-19 di Luwu Raya adalah 2,1 persen. Dengan kata lain, setiap 100 penderita corona, setidaknya ada dua yang meninggal dunia.
Jika diulas lebih detail lagi, Kota Palopo memiliki rasio kematian paling tinggi. Yaitu 3,8 persen.
Diketahui jumlah warga Palopo yang terpapar Covid-19 sejauh ini menembus angka 777 orang. Dari angka itu, 30 pasien meninggal.
Tertinggi kedua adalah Luwu Utara. Hingga hari ini tercatat 716 pasien Covid-19 di Lutra dan 27 meninggal dunia. Rasionya 3,7 persen, beda tipis dengan Palopo.
Tapi yang patut jadi sorotan adalah Luwu Utara merupakan satu-satunya di Luwu Raya (hanya dua di Sulsel, bersama Kab Enrekang) yang menerima bantuan tambahan Dana Insentif Daerah (DID) karena dianggap berhasil dalam penanganan Covid-19.
Tambahan DID sebesar Rp14,9 miliar itu diberikan pemerintah pusat pada Agustus 2020, karena dua poin yang dianggap berhasil dilakukan pemkab yang dipimpin Indah Putri Indriani itu dalam penanganan Covid-19.
Yaitu menyelesaikan realokasi dan refocusing APBD 2020 sesuai SKB Mendagri dan Menkeu, serta kinerja penanganan Covid-19 yang dinilai sangat baik. Andai salah satunya tidak terpenuhi, maka daerah tidak akan mendapatkan DID tambahan.
Faktanya, penanganan pasien Covid-19 di Lutra terburuk kedua di Luwu Raya jika mengacu pada rasio kematian pasien.
Penderita baru pun terus bertambah. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Luwi Utara, Komang Krisna menyebut adanya penambahan yang cukup signifikan pada Selasa (12/1/2021).
”Hari ini ada 35 orang terkonfirmasi positif,” ujar Komang Krisna, dikutip dari Palopopos.co.id.
Sehari sebelumnya ada penambahan pasien covid-19 yang meninggal dari Kecamatan Sukamaju sehingga total sudah 27 warga Lutra yang meregang nyawa akibat corona.
Sementara itu, urutan ketiga dalam data ini adalah Kabupaten Luwu. Di Bumi Sawerigading tercatat 371 pasien Covid-19 hingga Selasa hari ini.
Adapun jumlah yang meninggal 11 orang atau rasionya 2,9 persen.
Luwu Timur, meskipun jumlah pasien Covid-19-nya merupakan yang tertinggi di Luwu Raya, namun rasio kematiannya paling kecil. ‘Hanya’ 1,02 persen.
Data hingga Selasa, ada 2.349 warga Lutim terinfeksi virus mematikan asal Wuhan, Tiongkok ini. Dari jumlah tersebut, 24 yang meninggal dunia. Sebanyak 2.100 lainnya sudah dinyatakan sembuh.
Berikut data rasio kematian pasien Covid-19 di Luwu Raya, hingga Selasa (12/1/2021):
- Palopo
Positif: 777
Meninggal: 30
Rasio Kematian: 3,8 persen - Luwu Utara
Positif: 716
Meninggal: 27
Rasio kematian: 3,7 persen - Luwu
Positif: 371
Meninggal: 11
Rasio Kematian: 2,9 persen - Luwu Timur
Positif: 2.349
Meninggal: 24
Rasio kematian: 1,02 persen
*Sumber: Rangkuman Pemberitaan Teraskata.com
(int)






Tinggalkan Balasan