TERASKATA

Membangun Indonesia

Selain Natal, Gereja Tertua di Luwu Raya Ini Peringati Berdirinya ke-100 Tahun, Ini Persiapannya

admin |

“Dulu sampai empat gelombang yang melakukan ibadah, tapi kali ini kami batasi dan dilaksanakan di halaman gereja akan seluruh peserta ibadah dapat tertampung dan menjaga jaraknya, selain itu, juga sudah tidak ada nyanyian baik solo maupun vokal grup atau paduan suara, betul-betul waktunya dipersingkat tetapi tidak mengurangi unsur dari ibadah itu sendiri,” jelasnya.

Sementara pada hari yang sama pukul 18.00 WITA, peserta ibadah kembali ke Gereja untuk memperingati natal dan perayaan 100 tahun Gereja PNIEL dengan memakai kostum atau aksesoris tempo dulu seperti yang digunakan oleh jemaat Gereja sejak awal berdirinya pada tahun 1 Mei 1921 silam.

“Jadi konsepnya nanti peserta akan menggunakan kostum dan aksesoris Tempo dulu, pohon natalnya pun dirakit sendiri, tidak terbuat dari plastik seperti yang terlihat saat ini, melainkan pohon pisang yang ditancapkan tangkai pohon Pinus, kemudian ada pameran sepeda Ontel yang akan diparkir di sekitar tempat acara,” rincinya.

Untuk diketahui, peringatan 100 tahun Gereja PNIEL Palopo ini akan terus diperingati hingga puncak acaranya pada, 1 Mei 2021 mendatang.

Saat ini, panitia sedang melakukan persiapan dengan memasang tenda, spanduk acara, dan panggung rakitan sendiri.(lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini