Soal Kamtibmas di Mancani, Ketua RT: Polisi Juga Kadang Lari
TERASKATA.com, Palopo – Jangankan warga sekitar dan Ketua RT/RW yang diharapkan untuk mengatasi konflik antar pemuda di Kelurahan Mancani, oknum polisi yang ditugaskan di lokasi tersebut juga kadang menghindar saat terjadi bentrokan.
Hal itu terungkap pada rapat koordinaasi dengan para pihak pasca bentrok Mancani yang berlangsung di Auditorium Saokotae, Kota Palopo, Sabtu (24/10/20) lalu.
Dihadapan Walikota dan Kapolres, seorang ketua RW secara blak-blakan menceritakan kondisi yang ada di wilayahnya. Menurutnya, penanganan konflik Mancani harus lebih serius. Tidak bisa hanya mengandalkan peran ketua RT/RW saja. Pasalnya, ia pun mengakui, tak bisa berbuat banyak.
”Sedangkan aparat (polisi) saja pak, biasa lari. Yang kita takutkan ini jangan sampai ada pihak ketiga,” kata Ketua RW 6.
Sementara itu, Ketua RW 4, Mukhtar Jaya mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelesaikan penegakan hukum atas meninggalnya salah satu korban dalam insiden yang terjadi Kamis sore lalu.
“Menurut laporan warga saya, ada yang datang di pintu gerbang dan menembakkan senjata rakitan. Kita tidak perlu melebar, penegakan hukum dulu. Karena tidak dipungkiri, penegakan hukum akan pengaruhi kondisi psikologis warga,” tegasnya.
Ketua RT1/RW 1 Mancani, Baharuddin menyebutkan, ricuh Mancani kejadiannya selalu spontan. Kadang malam hari, rumah dilempari batu.
”Secara spontan terjadi. Tidak ada guntur, kok langsung hujan. Ini permasalahan yang harus kita gali. Kita selalu diserang, kalau diserang ya kita pasti pertahankan dan wilayah saya yang paling hancur,” katanya.
Pada pertemuan itu, Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas hanya menegaskan, bahwa Mancani bisa damai, jika seluruh pihak terbuka menyampaikan pelaku dari kericuhan tersebut.
”Bantu kami dengan memberikan informasi. Apalagi kejadian ini sudah direncanakan. Kadang-kadang baku chat kedua belah pihak, mungkin saja mereka (pelaku) ini satu kantor. Karena begitu ada ini (kejadian) semuanya langsung siap,” sebut AKBP Alfian Nurnas.
Kapolres membeberkan, persoalan yang kerap kali terjadi, saat terjadi penangkapan terhadap pelaku kericuhan, ada-ada saja warga yang meminta untuk dilakukan penangguhan.
”Kejadian ini juga sudah sejak tahun 70-an, saya pun belum lahir. Olehnya itu, saya minta, kalau nanti ditemukan pelaku, tolong jangan berbondong-bondong ke Polsek untuk minta ditangguhkan,” pintanya.
Hadir dalam kesempatan itu, Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas, Ketua DPRD, Nurhaeni, perwakilan Dandim 1403 Sawerigading, lurah serta ketuq RT/RW. (*)







Tinggalkan Balasan