TERASKATA

Membangun Indonesia

Testimoni Perawat Bupati Luwu Timur di RSWS Makassar: Beliau Sabar dan Rendah Hati

admin |
Tangkapan layar laman facebook salah seorang perawat yang menangani Bupati Luwu Timur, M Thorig Husler selama dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.

TERASKATA.com, LUWU TIMUR – Kepergian Bupati Luwu Timur, Thorig Husler untuk selamanya tak hanya menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Tana Luwu. Tenaga medis yang merawat Husler selama di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS), Makassar pun merasa kehilangan.

Mereka terkesan dengan sosok M Thorig Husler yang begitu sabar dan rendah hati terhadap semua perawat dan dokter yang menanganinya.

Seperti diketahui, Bupati Luwu Timur, M Thorig Husler meninggal dunia di RSWS Makassar, Kamis (24/12/2020) pagi.

Almarhum sempat dirawat sekitar 12 hari karena sakit paru-paru, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Selama dirawat, Husler setidaknya empat kali menjalani tes usap atau swab test. Dua tes pertama hasilnya negatif.

Kemudian tes ketiga positif Covid-19. Lalu test swab keempat hasilnya sudah negatif alias sembuh dari Covid-19.

Namun karena kondisi kesehatannya terlanjur memburuk, Thorig Husler akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis pagi kemarin.

Jenazah Thorig Husler diberangkatkan dari Makassar ke Malili Kamis pagi sekitar pukul 10.00 Wita dan baru tiba di Rujab Bupati Lutim, Malili pada Jumat dini hari, sekitar pukul 01.15 Wita.

Rencananya, Jumat (25/12/2020) pagi ini atau sebelum Salat Jumat, jenazah Thorig Husler akan dimakamkan di Masamba.

Melalui akun facebooknya, seorang perawat, Lusiana yang merawat Husler menceritakan bagaimana sosok Bupati Luwu Timur itu selama di RSWS Makassar.

Lusiana menceritakan betapa sabarnya Husler menghadapi penyakitnya. Ia juga sangat rendah hati dan selalu berterima kasih kepada perawat dan dokter yang memberikan tindakan medis.

“Sampai saat ini sy belum move on mengingat beliau,” tulis Lusiana mengawali testimoninya.

“Hanya kurang lebih 10 hari merawat bapak,,,namun kesan yang bapak tinggalkan sangat membekas di hati kami perawat & dokter yang merawat bapak.

“Pasien yang sangat sabar”….itu yang selalu kami ucapkan saat kami melaporkan keadaan beliau secara langsung ataupun via WA. Semua senang merawat beliau karena kesabaran bapak,” lanjutnya.

Bahkan sikap sabar dan rendah hati Thorig Husler membuat beberapa perawat tidak sadar kalau pasien yang mereka tangani adalah seorang kepala daerah.

“Beberapa teman tidak tahu beliau adalah seorang bupati & saat tahu identitas beliau mereka berkata oh pejabat?? sabarnya kowdong bapak,” tulis Lusiana, mengutip pernyataan beberapa teman sejawatnya.

“Masih teringat setiap lepas shif, saya selalu pamit dan memberi beliau semangat untuk berjuang & mengingatkan beliau untuk tetap berdoa,,,sy bilang banyak yang doakan bapak & menunggu bapak pulang beliau mengangguk2 & mengucapkan terimakasih berulang2.”

Lusiana mengaku bangga berkesempatan merawat Thorig Husler. Sampai-sampai ia merasa bahwa suami Puspawati itu adalah bupatinya.

“Saya bersyukur boleh turut andil dalam merawat beliau, saya bangga mengatakan beliau adalah #bapak_bupati saya walaupun sy tidak ber-KTP Lutim lagi tetapi saya lahir & besar di Lutim.”

“Bangga merawat seorang pejabat yang tetap rendah hati, suka mengucapkan terimakasih, sabar menerima tindakan apapun.”

“Maaf buat teman2 di Lutim yang tidak saya balas inboxnya atau WA terkait informasi perkembangan bapak, karena sesuai sumpah kami untuk tetap menjaga privasi pasien kami.”

“Banyak yang sudah mendoakan bapak sembuh, tetapi Allah yang punya kehendak,,
Semoga Allah memperhitungkan semua kebaikan beliau selama hidupnya & mengampuni kesalahannya…Aamiin,” tutup Lusiana. (int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini