Perempuan Cantik Ini Dilapor Pencemaran Nama Baik
TERASKATA.id, Palopo – Dua perempuan cantik, masing-masing diketahui bernama Dia (19) warga kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat dan Misel (18) warga Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, dilaporkan ke Polisi.
Keduanya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik oleh salah seorang pemuda Anshar alias Ancha (27), di Polsek Wara Kota Palopo, Sabtu (29/06/19).
Menurut pelapor, Dia dan Misel mendatangi rumah pelapor di BTN Nyiur Permai, Kelurahan Malatunrung, Kota Palopo. Saat itu, kedua terlapor datang menggunakan sepeda motor. Saat tiba dirumah pelapor, Dia dan Misel langsung teriak melontarkan kata-kata kasar kepada Ancha selama kurang lebih 30 menit.
BACA JUGA: Bapenda Palopo Terapkan OPD Online System
Tidak terima dengan perbuatan Dia dan Misel, Ancha langsung mendatangi Polsek Wara guna melaporkan perbuatan kedua terlapor. Kepada teraskata.id, Ancha mengaku tidak punya masalah dengan kedua terlapor itu. Makanya, ia heran saat kedua terlapor datang kerumahnya dan mempermalukan ia beserta keluarganya. Apalagi, saat mendengar teriakan Dia dan Misel warga sekitar rumah pelapor mendadak ramai.
”Saya tidak ada masalah sama perempuan itu, dia datang kerumah teriak-teriak, berbicara kasar. Saya hanya kenal dia sebagai teman dari mantan pacar saya,” ucapnya.
Ancha mengaku melaporkan Dia dan Misel ke Polisi, lantaran malu dan sebagai upaya untuk menjaga nama baik keluarganya.
”Langka ini saya tempuh untuk menjaga nama baik keluarga saya di BTN Nyiur,” kata Ancha yang diketahui ponakan Ketua Partai PAN Kota Palopo, Abduh Bakri Pabe.
BACA JUGA: Walikota Ajak Warga Wujudkan Palopo Maju dan Invoatif
Sementara itu, Kapolsek Wara, AKP Marten Sipa membenarkan adanya perkara yang dilaporkan Ancha. Hanya saja, menurutnya perkara tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak.
”Laporan itu memang ada. Tapi setelah dimediasi, kedua belah pihak kemduian memilih untuk berdamai. Ini hanya kesalah pahaman,” kata Kapolsek Wara, Minggu (30/06/19).
Ancha sendiri menyebutkan, alasan dirinya memilih damai, karena ia dan keluarga merasa kasian dengan kedua terlapor. Hanya saja, ia berharap kedua terlapor tidak lagi mengulangi perbuatannya.
”Saya sebenarnya merasa malu dengan tetangga atas perbuatan Dia dan Misel. Hanya saja, karena saya kasian, maka saya dan keluarga setuju untuk berdamai. Semoga ini menjadi pelajaran bagi Dia dan Misel,” tandasnya. (*)







Tinggalkan Balasan