Ketua KNPI Sarankan Ini ke KPU Luwu Utara
TERASKATA.ID, LUWU UTARA – KPU kabupaten luwu utara pada hari kamis tanggal 25 juli 2019 melakukan rapat evaluasi kampanye tahun 2019 dengan menggunakan metode FGD.
Rapat tersebut dihadiri beberapa pihak terkait, yakni Bawaslu, Dandim, Pemda Luwu Utara, Jaringan Demokrasi Indonesia, KNPI, dan Kejari Luwu Utara. Rapat itu membahas tentang hal-hal yang perlu ditambahkan atau dikurangi dalam proses kampanye mendatang.
Terkait dengan rapat tersebut, ada beberapa hal yang perlu dijadikan acuan bagi KPU untuk melangsungkan Pilkada 2020 mendatang.
Itu seperti alat peraga kampanye (APK) paslon harus memperhatikan etika dan estetika, karena melihat pengalaman sebelumnya, ada APK yang tertutupi oleh APK lain.
Mengenai ukuran APK, yg di cetak oleh KPU itu harus disesuaikan ukuranya. Lantara sebelumnya ada APK yang ukurannya terlalu besar sehingga timses kebingungan menentukan titik pemasangan APK.
Pemasangan APK dibildboard diperbolehkan walaupun bilboar berada di bahu jalan, tetapi tidak menggangu aktifitas berlalulintas.
Volume rapat umum pasangan calong akan dikurangi. Sebab, sebelumnya waktu yang disediakan tapi tidak di manfaatkan dengan baik.
Yang lainnya, rapat terbatas khususnya di malam hari akan dibatasi waktunya. Juga harus ada laporan terhadap pihak terkait supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
Adanya kesetaraan jadwal kampanye langsung dan kampanye media sosial bahwa harus sesuai dengan waktu yang di tentukan.
Mengenaih hal itu, Ketua KNPI Luwu Utara, Suharto beranggapan bahwa APK yang dibuat oleh KPU sebaiknya ditinjau ulang regulasinya karena peserta Pilkada pun juga membuatnya.
“Baiknya anggaran KPU yang digunakan untuk membuat APK bisa dialihkan ke kegiatan lainnya misalnya sosialisasi yang perlu dimaksimalkan,” katanya.
Kemudian, banyak APK yang melanggar juga perlu dikaji ulang waktu penindakan karena banyak APK yang melanggar, seperti yang menggunakan pohon. “Itu harusnya langsung dicabut, namun selama ini kita melihat seakan dibiarkan karena ada waktu-waktu yang telah disepakati untuk menertibkan,” ujar suharto. (ADS)







Tinggalkan Balasan