Mahasiswa Kritik Kinerja Bupati Cirebon, Soroti Minimnya Kehadiran di Desa Guwa Kidul
TERASKATA.COM, CIREBON – Gelombang kritik terhadap kepemimpinan Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, datang dari kalangan mahasiswa, Selasa (28/4/2026).
Dalam aksi orasi yang digelar di depan Kantor Bupati Cirebon, Serikat Mahasiswa (SEMA) Cirebon menyoroti minimnya kehadiran fisik kepala daerah di tengah masyarakat. Khususnya di Desa Guwa Kidul.
Perwakilan SEMA Cirebon, Afwan Mubarok, menyatakan bahwa hingga saat ini Bupati belum pernah melakukan silaturahmi atau bertatap muka langsung dengan warga di desa tersebut. Padahal, menurutnya, Guwa Kidul tengah menghadapi sejumlah persoalan krusial.
“Di sana banyak permasalahan yang harus diselesaikan, mulai dari sektor pendidikan, kesejahteraan masyarakat, hingga infrastruktur dan Penerangan Jalan Umum (PJU),” ujar Afwan di sela orasinya.
Ia mendesak agar Bupati Cirebon segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi objektif masyarakat. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah sangat penting untuk memetakan persoalan sekaligus merumuskan solusi yang tepat.
Dalam orasinya, Afwan juga membandingkan gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan Bupati Cirebon. Ia menilai Dedi Mulyadi menunjukkan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat melalui aksi nyata di lapangan.
Sebaliknya, ia menilai Bupati Cirebon belum sepenuhnya mampu memposisikan diri sebagai pemimpin yang fokus pada kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan.
“Pak Bupati Cirebon belum bisa memposisikan diri sebagai pemimpin yang seharusnya menyejahterakan rakyat. Buktinya, infrastruktur yang bagus belum dirasakan secara merata oleh kami,” tegasnya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat lebih responsif terhadap persoalan masyarakat serta tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga aktif menyerap aspirasi warga secara langsung, khususnya di wilayah yang selama ini merasa kurang mendapat perhatian. (Mu’min)






Tinggalkan Balasan