TERASKATA

Membangun Indonesia

Resmi Berganti, Ini PR Besar bagi Plt. Kepala Dishub Kota Cirebon yang Baru

admin |
Resmi Berganti, Ini PR Besar bagi Plt. Kepala Dishub Kota Cirebon yang Baru.

CIREBON – Sektor transportasi Kota Cirebon memasuki babak baru. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi memimpin prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub). Dari Andi Armawan kepada pelaksana tugas (Plt) yang baru, Ujianto Wahyu Utomo, Senin (6/4/2026).

Momen transisi ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan penegasan titik fokus baru bagi perhubungan di Kota Udang. Hadir dalam acara tersebut Pj Sekda Kota Cirebon, Sumanto, beserta jajaran terkait di lingkungan Pemkot Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menekankan bahwa rotasi kepemimpinan adalah jembatan untuk mengevaluasi tantangan yang belum tuntas. Ia menitipkan pesan khusus agar Dishub bergerak cepat menuju konsep smart city.

“Saya minta optimalisasi Area Traffic Control System (ATCS) dan integrasi data transportasi benar-benar dimaksimalkan. Teknologi harus menjadi solusi nyata untuk mengurai kemacetan secara real-time, bukan sekadar pelengkap,” tegas Effendi.

Selain kemacetan, sorotan utama tertuju pada kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wali Kota menginstruksikan Plt. Kadishub yang baru untuk memperketat sistem parkir elektronik dan pengujian kendaraan bermotor agar lebih transparan dan akuntabel.

Andi Armawan, yang telah menjabat sejak 2020 hingga 2026, mengakui bahwa meski banyak program telah berjalan pascapandemi, masih ada PR yang harus diselesaikan oleh penerusnya.

“Alhamdulillah, program dilaksanakan tahap demi tahap. Namun, kami sadari belum sempurna. Masih ada hal yang perlu dilanjutkan, seperti penataan parkir di pusat kota yang belum optimal dan inovasi mengatasi kemacetan di perlintasan sebidang,” ungkap Andi saat menyampaikan salam perpisahan.

Andi juga menitipkan pesan agar evaluasi terhadap kontribusi sektor perhubungan terhadap PAD terus dilakukan secara berkala demi keberlangsungan pembangunan kota.

Menjawab tantangan tersebut, Plt. Kepala Dishub Kota Cirebon, Ujianto Wahyu Utomo, menyatakan kesiapannya mengemban amanah berat ini. Baginya, kunci menyelesaikan kerumitan transportasi kota adalah kolaborasi.

“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Kami akan memperkuat koordinasi melalui pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah pusat, akademisi, pihak swasta, hingga insan pers,” jelas Ujianto.

Ia berkomitmen untuk mendorong inovasi berbasis teknologi informasi sebagai instrumen utama pelayanan publik. Menurutnya, tanpa inovasi, sulit bagi Dishub untuk memberikan respons cepat terhadap dinamika perkotaan yang semakin kompleks.

“Tanpa inovasi, sulit bagi kita untuk mencapai hasil yang optimal. Karena itu, pemanfaatan teknologi akan terus kami dorong agar setiap permasalahan dapat ditangani dengan lebih cepat dan tepat,” tegasnya. (Mu’min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini