Ibu Siswa SMAN 3 Palopo yang Anaknya Disekap di Sekolah Trauma Berat, Ini Kronologi Tindak Kekerasannya
TERASKATA.COM, PALOPO – Tindakan kekerasan di lingkungan sekolah terjadi di Kota Palopo. Seorang siswa di SMAN 3 menjadi sasaran perundungan oleh rekan-rekannya.
Korban TF (15) disekap di ruang Siswa Pecinta Alam (Sipala). Di situ, korban mendapat perundungan dengan tindakan penganiayaan berupa pemukulan dan ditendangan hingga berdarah.
Akibatnya, korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Korban dan orang tuanya mengalami trauma berat atas kejadian tersebut.
Ibu korban sendiri ketika dihubungi Teraskata.com via telepon belum bisa memberikan keterangan lebih dalam. Dia hanya membenarkan kejadian tersebut.
“Iye, betul mi itu yang terjadi,” kata Ibu korban yang tak bisa menahan isak tangis.
Ditanya lebih jauh, Ibu korban hanya memperdengarkan suara tangisan di line telepon.
Kronologi kejadiannya sendiri berdasarkan kabar yang beredar, pada Senin 7 Februari 2022 TF bersama seorang temannya keluar membeli dari lingkungan sekolah.
Setelah kembalinya ke lingkungan sekolah, pelaku berinisal IP memanggil korban bersama temannya ke ruang Sipala. Di situ pelaku IP menyuruh teman TF pergi, hingga tinggallah korban bersama pelaku dan teman-temannya.
Dasar pemanggilan IP terhadap korban terkait dengan persoalan lama yang kabarnya sudah terselesaikan dengan baik. Namun IP kembali mengungkit kejadian itu.
Di dalam ruang Sipala, korban dicecer beberapa pertanyaan lalu seorang pelaku lain BD menutup pintu ruang Sipala.
Di situ, korban langsung dianiaya IP bersama tiga orang temannya.
Penyekapan pun masih berlangsung, IP dan BD keluar dari ruang itu dan seorang lainnya berjaga. Usai kembali ke ruang Sipala, IP dan BD ternyata membawa rekan-rekannya.
Anehnya, ada siswa yang tidak terdaftar di SMAN 3 masuk ke ruang Sipala dan ikut melakukan penganiayaan.
Korban yang dalam penyekapan dan penganiayaan sempat memohon untuk tidak lagi dipukuli. Namun pelaku masih saja melanjutkan pemukulan di ruang Sipala.
Penyekapan terhadap korban TF di ruang Sipala berlangsung dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 13.00 siang. Dimana pada jam tersebut, guru dan security masih berada di sekolah.
Saat hendak dilepaskan oleh pelaku, korban kembali diancam. Bahkan ancamannya akan mendapat perlakuan lebih sadis lagi jika melporkan hal tersebut.
Dari pengakuan korban, pelaku yang dia kenali ada empat orang yakni IP, BD, RS, dan AF.
Kejadian ini sendiri telah resmi dilaporkan ke Polres Palopo. (mg1/ams)







Tinggalkan Balasan