Sedih! Driver Ojol Cirebon Ini Kena Orderan Fiktif 3 Kali Beruntun, Begini Kisahnya
CIREBON – Bagi Ali Sadikin (45), setiap bunyi notifikasi di ponselnya adalah harapan. Sebagai pengemudi ojek online asal Kabupaten Cirebon sekaligus ayah dari tiga anak, setiap kayuhan gas berarti sesuap nasi untuk keluarga.
Namun, tahun 2023 menyisakan luka mendalam yang sulit ia lupakan, tiga kali dihantam orderan fiktif dalam waktu berdekatan.
Pengalaman pahit pertama terjadi saat Ali sedang tekun menunggu antrean Grab Food. Tanpa curiga, ia memesan lima item makanan dengan total nilai mencapai Rp 225 ribu. Angka yang besar bagi seorang pejuang jalanan.
“Perasaan saya saat itu was-was. Setelah selesai mengantre dan pesanan siap, saya langsung kirim ke alamat tujuan. Tapi di perjalanan, chat saya tidak dibalas sama sekali,” kenang Ali di sela kesibukannya pada Sabtu, 4 April 2026.
Sesampainya di titik pengantaran, harapan Ali runtuh. Tidak ada pemesan yang muncul, tidak ada respons, hanya sunyi yang menyambut. Uang modal yang seharusnya berputar untuk kebutuhan rumah tangga kini tertahan dalam bungkusan makanan yang tak bertuan.
“Sedih sekali, apalagi itu pakai dana kas modal yang harusnya buat kebutuhan di rumah,” ungkapnya lirih.
Beruntung, pihak manajemen Grab menyediakan fitur klaim untuk kasus seperti ini. Dengan syarat bukti struk pembelian yang sah, dana Ali bisa kembali. Sesuai prosedur, makanan dari orderan fiktif tersebut kemudian disalurkan ke yayasan sosial agar tidak terbuang sia-sia.
Namun, cobaan Ali tak berhenti di situ. Di tahun yang sama, ia kembali mengalami kejadian serupa sebanyak dua kali. Polanya hampir sama, bahkan terjadi secara beruntun setiap minggu. Meski dana bisa diklaim, guncangan psikologis dan waktu yang terbuang tetap menjadi beban berat.
Kini, Ali hanya bisa berharap agar para oknum pemesan tidak lagi bermain-main dengan mata pencaharian orang lain. Baginya, di balik satu pesanan yang masuk, ada keringat dan doa seorang ayah yang sedang berjuang demi masa depan tiga anaknya.
Pengalaman pahit di tahun 2023 itu kini ia jadikan pelajaran untuk lebih waspada. Ali berpesan kepada sesama rekan ojek online agar selalu teliti dan segera melapor jika menemukan kejanggalan, agar “hantu” orderan fiktif tidak terus memakan korban. (Mu’min)







Tinggalkan Balasan