Pengamat Politik Fachry Ali Sarankan Lapmi Dorong Jurnalisme Merdeka
Ideologi merdeka artinya gagasan yang disampaikan harus berita kepentingan nasional bukan untuk kentingan golongan, bukan untuk kepentingan partai.
Lebih lanjut Fachry mengungkapkan di hadapan peserta, media Kompas tumbuh dari bawah kemudian menjadi besar sampai sekarang karena modal yang mereka peroleh dari kreatifnya.
Demikian juga Tempo mereka mempertahankan independennya, mereka pendukung jokowi awalnya bukan berarti mereka tidak mengkritik. Modal yang mereka peroleh dari kreatifnya kritik itu terus meraka lakukan.
“Beberapa media cetak ataupun mainstream sekarang sudah mempunyai relasi kuat dengan kekuatan parpol dan kekuatan modal. Nah distorsinya seperti sekarang ini, kita bekerja karena kepentingan orang lain, kita digaji karena kepentingan orang lain.”
“Independen dan Merdeka yang harus dipertahankan. Jadilah generasi yang bangkit dan itulah tugasnya kalian dan kalian mulai menulis dengan gagasan-gagasan,” sarannya kepada peserta Jurnas Lapmi.
Selain itu, Direktur Lapmi cabang Ciputat Amir Ro’is mengatakan pelatihan jurnas yang menghadirkan 13 narasumber yang berkompeten di bidang jurnalistik yang telah mengisi materi selama empat hari.
Menurutnya pelatihan jurnas merupakan upaya dalam membentuk skill kader dalam menulis dan mengelola media.
“Jurnas merupakan awal dari perjuangan teman cabang dalam mengembangkan insan pers yang memiliki tanggung jawab sosial dalam memberikan informasi publik secara objektif,” kata Amir Ro’is, Senin (28/2/2022).
Kegiatan jurnas ini diikuti 33 peserta dan dinyatakan lulus. Pesertanya berasal dari berbagai cabang.
Selain dari Jabodetabek ada juga dari Banjar Baru Kalimantan Selatan, Palopo Sulawesi Selatan dan Padang Sumatra Barat.
Selain itu ada juga dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Kepala suku, Jurnas Ciputat, Risky Pangestu berharap forum ini merupakan awal dari perjuangan jurnalisme merdeka.
“Kami memberi nama forum angkatan ini jurnalisme merdeka, yang mana disepakati oleh seluruh peserta terkait usulan pengamat politik nasional, Prof Fachry Ali,” tandas kader HMI asal Bekasi ini.(*/int)







Tinggalkan Balasan