TERASKATA

Membangun Indonesia

Pengamat Politik Fachry Ali Sarankan Lapmi Dorong Jurnalisme Merdeka

admin |
Pelatihan Jurnalistik Nasional oleh Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) cabang Ciputat di Gedung Wisma Duta Wisata, Lebak Bulus, Jaksel, 23-27 Februari lalu. Foto: ist

TERASKATA.COM, Jakarta – Pelatihan Jurnalistik Nasional (Jurnas) Lembaga Pers Mahasiswa Islam cabang Ciputat dihadiri narasumber yang berkompeten di bidang Jurnalistik.

Antara lain CEO Media Group Network, Muhammad Mirdal Akib, Pimpinan Redaksi (Pimred) Tempo, Anton Aprianto dan juga wakil sekretaris redaksi media Kompas, Ilham Khoiri.

Pelatihan Jurnas Lapmi ini dilaksanakan di gedung wisma Duta Wisata, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 23-27 februari 2022.

Pelatihan jurnas ini juga dihadiri dua narasumber yang menyandang gelar profesor, masing-masing, Direktur Uji Kompetensi PWI Pusat, Prof Rajab Ritonga dan pengamat politik nasional, Prof Fachry Ali.

Fachry Ali menyarankan para alumni Jurnas Lapmi Ciputat mendorong jurnalisme investigasi merdeka demi mengungkapkan tingkah laku pejabat, tingkah laku pemegang modal.

Menurut dia relasi antara politik, modal dan ekonomi punya relasi kuat, jadi perihal ini yang harus di munculkan ke publik.

“Jurnalisme merdeka ya, ini yang harus kita dorong demi kepentingan informasi publik yang objektif,” kata Fachry saat mengisi materi di forum Jurnas Lapmi Ciputat itu.

Fachry menjelaskan kerja-kerja jurnalistik harusnya melakukan investigasi informasi.

Menurut dia dalam training jurnalistik Lapmi sudah tepat memberikan pelatihan bukan dari segi teknisnya tapi dari segi ide, ideologisnya.

Ideologi merdeka artinya gagasan yang disampaikan harus berita kepentingan nasional bukan untuk kentingan golongan, bukan untuk kepentingan partai.

Lebih lanjut Fachry mengungkapkan di hadapan peserta, media Kompas tumbuh dari bawah kemudian menjadi besar sampai sekarang karena modal yang mereka peroleh dari kreatifnya.

Demikian juga Tempo mereka mempertahankan independennya, mereka pendukung jokowi awalnya bukan berarti mereka tidak mengkritik. Modal yang mereka peroleh dari kreatifnya kritik itu terus meraka lakukan.

“Beberapa media cetak ataupun mainstream sekarang sudah mempunyai relasi kuat dengan kekuatan parpol dan kekuatan modal. Nah distorsinya seperti sekarang ini, kita bekerja karena kepentingan orang lain, kita digaji karena kepentingan orang lain.”

“Independen dan Merdeka yang harus dipertahankan. Jadilah generasi yang bangkit dan itulah tugasnya kalian dan kalian mulai menulis dengan gagasan-gagasan,” sarannya kepada peserta Jurnas Lapmi.

Selain itu, Direktur Lapmi cabang Ciputat Amir Ro’is mengatakan pelatihan jurnas yang menghadirkan 13 narasumber yang berkompeten di bidang jurnalistik yang telah mengisi materi selama empat hari.

Menurutnya pelatihan jurnas merupakan upaya dalam membentuk skill kader dalam menulis dan mengelola media.

“Jurnas merupakan awal dari perjuangan teman cabang dalam mengembangkan insan pers yang memiliki tanggung jawab sosial dalam memberikan informasi publik secara objektif,” kata Amir Ro’is, Senin (28/2/2022).

Kegiatan jurnas ini diikuti 33 peserta dan dinyatakan lulus. Pesertanya berasal dari berbagai cabang.
Selain dari Jabodetabek ada juga dari Banjar Baru Kalimantan Selatan, Palopo Sulawesi Selatan dan Padang Sumatra Barat.

Selain itu ada juga dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Kepala suku, Jurnas Ciputat, Risky Pangestu berharap forum ini merupakan awal dari perjuangan jurnalisme merdeka.

“Kami memberi nama forum angkatan ini jurnalisme merdeka, yang mana disepakati oleh seluruh peserta terkait usulan pengamat politik nasional, Prof Fachry Ali,” tandas kader HMI asal Bekasi ini.(*/int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini