Dinkes Mamasa Diduga Mark Up Pengadaan Alkes dan Mobil, Aktivis Minta APH Bertindak
MAMASA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, mendapatkan kucuran Dana dari Pemerintah Pusat pada tahun 2025 lalu. Dana Alokasi Khusus( DAK) itu, diperuntukan untuk penguatan sistem dan kapasitas pelayanan kesehatan.
Tak main-main anggaran yang di gelontorkan Pemerintah Pusat berjumlah 18 Miliar rupiah.
Dinas kesehatan Mamasa melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa, yakni pengadaan Mobil dan Alkes. Pada pengadaan Mobil menjadi sorotan tajam dari kalangan Aktivis di Kabupaten Mamasa.
Pengadaan Mobil itu diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya( RAB). Dalam RAB tercatat Mobil itu 4×4. Namun fakta di lapangan Mobil yang datang 4×2.
Atas dasar itu Irfan aktivis Mamasa mempertanyakan pengadaan barang dan jasa. Menurutnya jika demikian berarti Dinkes Mamasa diduga melakukan mark up sebab fakta di lapangan tidak sesuai.
“Ini sudah dapat di pastikan Dinkes Mamasa melakukan dugaan penyimpanan,” Ujar Irfan, Jumat (13/03/26).
Selain itu, pada pengadaan Alkes juga dia menduga ada barang yang tidak ada datang.
” Pengadaanya juga kami dapatkan informasi ada yang tidak cukup datang,” Katanya lagi.
Karenanya Irfan meminta kepada APH agar melidik kasus dugaan korupsi tersbut.
” Kami meminta kepada APH agar memanggil dan memeriksa Dinkes Mamasa. Sesudah lebaran kami akan melakukan unjuk rasa,” tegasnya.
Perihal ini, Pihak Dinkes Mamasa belum memberikan klarifikasi. Kepala Dinas Kesehatan Mamasa dr. Ratna yang dikonfirmasi berulang kali tidak memberikan respon.
Redaksi teraskata.com tetap menunggu klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan.
Kepala Bidang di Dinas Kesehatan, Yunus Ma’dika yang dikonfirmasi mempersilahkan wartawan mengkonfirmasi ke PPK kegiatan tersebut.
”Coba tanya sama Ibu Tresia dinda selaku PPPK nya,” singkat Yunus. (abriano)







Tinggalkan Balasan