TERASKATA

Membangun Indonesia

Tokoh Agama Diminta Turun Tangan, Wali Kota Effendi Edo Soroti Darurat Sampah di Cirebon

admin |
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon Masa Khidmat 2025–2030 di At-Taqwa Center, Selasa (1442026).

TERASKATA.COM, CIREBON Wali Kota Cirebon Effendi Edo menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam membantu mengatasi berbagai persoalan sosial, terutama darurat sampah yang tengah menghantui Cirebon.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon Masa Khidmat 2025–2030 di At-Taqwa Center, Selasa (14/4/2026).

Dalam sambutannya, Effendi Edo mengapresiasi pengukuhan pengurus baru MUI di bawah kepemimpinan KH Samsudin. Ia berharap MUI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan pembangunan fisik dan mental spiritual masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan keluarga besar MUI Kota Cirebon. Selamat kepada Ketua Umum beserta seluruh pengurus yang telah dikukuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek mental, moral, dan spiritual. Dalam hal ini, MUI dinilai memiliki posisi penting sebagai wadah ulama, zu’ama, dan cendekiawan muslim.

Effendi Edo juga menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon yang terus meningkat. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan tersebut harus diimbangi dengan penguatan nilai moral dan etika publik.

“Di sinilah peran MUI menjadi sangat penting agar kemajuan intelektual dan ekonomi berjalan seiring dengan kematangan spiritual,” tegasnya.

Sampah Jadi Alarm Serius

Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti persoalan lingkungan, khususnya masalah sampah yang masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan peninjauan di kawasan Sungai Sukalila, kondisi tumpukan sampah dinilai masih memprihatinkan.

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab teknis pemerintah, melainkan juga mencerminkan perilaku dan kesadaran masyarakat.

“Persoalan ini tidak cukup hanya dengan regulasi. Diperlukan pendekatan nilai dan kesadaran bersama,” katanya.

Effendi Edo pun mengajak para ulama, kiai, dan ustaz untuk aktif menyampaikan pesan-pesan kebersihan dalam dakwah. Ia meyakini, pendekatan berbasis nilai keagamaan dapat mempercepat tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Jika para alim ulama menyampaikan pesan ini di masjid maupun di tengah masyarakat, insyaallah kesadaran akan tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

Dorong Ekonomi Umat Berbasis Syariah

Selain isu lingkungan, Wali Kota juga mendorong agar Rapat Kerja MUI menghasilkan program konkret, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ia menilai MUI memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi berbasis syariah, pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM, hingga pengelolaan zakat dan wakaf secara profesional.

“Kita ingin nilai-nilai agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

MUI Siap Dukung Program Pemerintah

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum MUI Kota Cirebon, KH Samsudin, menyatakan komitmennya untuk mendukung visi pembangunan kota yang harmonis.

Ia mengungkapkan, MUI telah menyiapkan berbagai program kerja melalui sembilan komisi, termasuk program unggulan Pendidikan Kader Ulama (PKU) sebagai upaya mencetak generasi penerus ulama.

“Kami akan menguatkan visi Kota Cirebon yang setara melalui berbagai program, termasuk PKU untuk menyiapkan kader ulama masa depan,” jelasnya.

KH Samsudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai Islam yang damai dan berkemajuan.

“Mohon doa agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tutupnya. (Mu’min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini