TERASKATA

Membangun Indonesia

Potensi Wisata Religi Petilasan Sultan Sepuh V, Butuh Perhatian Pemkab Cirebon

admin |
Potensi Wisata Religi Petilasan Sultan Sepuh V, Butuh Perhatian Pemkab Cirebon

CIREBON – Momentum Idul Fitri 1447 H di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, berlangsung khidmat. Ratusan keturunan Sultan Sepuh V Syaifudin Matangaji dari berbagai penjuru daerah berkumpul dalam gelaran Halalbihalal, Tawasulan, dan unjuk seni budaya di Situs Petilasan Sultan Sepuh V, Minggu (29/03/2026).

Acara yang diprakarsai oleh Yayasan Amir Sena IV dan Yayasan Pang Ageng Pangeran ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga langkah strategis untuk mengangkat potensi wisata religi di wilayah Cirebon bagian selatan.

Tercatat, para dzurriyah (keturunan) datang dari Semarang, Bantul, Yogyakarta, Karawang, Subang, Jakarta, hingga wilayah Ciayumajakuning.

Kuwu (Kepala Desa) Matangaji, Rusnadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkuat identitas sejarah lokal. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon memberikan dukungan nyata, terutama pada aspek infrastruktur dan promosi.

“Kami ingin Situs Petilasan Sultan Sepuh V Syaifudin Matangaji dikenal lebih luas. Jika dikelola dengan baik dan mendapat sentuhan dari pemerintah daerah, destinasi ini akan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Rusnadi di sela-sela kegiatan.

Sebagai gelaran perdana yang dilaksanakan secara besar-besaran di situs tersebut, panitia menyuguhkan beragam atraksi menarik. Mulai dari doa bersama (tawasulan), pentas seni tari tradisional, atraksi debus, hingga pameran keris dan benda pusaka. Selain aspek budaya, panitia juga menghadirkan layanan sosial berupa pengobatan gratis bagi warga sekitar.

Pemerintah Desa Matangaji bersama pihak yayasan telah menyusun peta jalan pengembangan situs. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan fasilitas dasar bagi peziarah dan wisatawan.

“Prioritas yang akan dibangun di situs ini meliputi mushola, toilet, lahan parkir, dan perbaikan akses jalan. Kami menargetkan tahun 2027 rencana ini dapat terealisasi. Kami sangat berharap ada dukungan anggaran baik dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat,” tambah Rusnadi.

Rusnadi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, mulai dari tokoh adat, budaya, hingga lembaga kemasyarakatan yang membantu suksesnya acara ini tanpa hambatan berarti atau “sukses tanpa ekses”.

Dukungan senada datang dari Mukhidin, Kabid Seni Budaya Ormas Manggala Garuda Putih. Ia menilai sinergi antara pelestarian budaya dan silaturahmi adalah kunci menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman.

“Dengan perpaduan nilai spiritual, edukasi sejarah, dan atraksi budaya, Situs Matangaji sangat berpotensi menjadi magnet wisata baru di Kabupaten Cirebon. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga memperkuat literasi sejarah Kesultanan Cirebon bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Mu’min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini